Hingga Awal Tahun 2021 Harga Bahan Kebutuhan di Pekanbaru Masih Melambung

Selasa, 05 Januari 2021

Salah seorang pedagang bahan kebutuhan di Pasar Cikpuan, Kota Pekanbaru. (Foto:Ist-Net)

Pekanbaru (ANews) - Para ibu rumah tangga dan warga Kota Pekanbaru, kini mengeluhkan melambungnya harga berbagai bahan kebutuhan terutama bahan dapur di sejumlah pasar tradisional di ibukota Provinsi Riau ini.

Kenaikan berbagai bahan kebutuhan itu sudah dirasakan warga sejak seminggu jelang akhir tahun 2020. Lonjakan harga itu pun merata di berbagai pasar tradisional, bahkan hingga pekan pertama tahun 2021.

"Hampir semua bahan kebutuhan terutama bahan dapur kini melambung berkali-lipat. Bahkan untuk beberapa komoditas seperti cabai keriting, sayuran, telor ayam ras, cabai rawit, kacang kedelai dan lain-lain, lonjakan harga mencapai dua hingga tiga kali lipat dari pekan sebelumnya," ungkap Ny.Maryatin dan Dian Ratna, dua ibu rumah tangga yang ditemui wartawan Amanah News ketika berbelanja di Pasar Cikpuan, Pekanbaru, Selasa (5/1/2021).

Mereka mengakui, harga sejumlah komoditas penting di Kota Pekanbaru seperti cabai keriting, cabai rawit, telur, ayam ras, kacang tanah, dan lain-lain masih sangat mahal usai.

Diungkapkan Maryatin, harga cabai rawit yang sebelumnya di Pasar Cikpuan masih berkisar Rp35.000 perkg kini harganya melambung hingga Rp100.000 - Rp110.000 per kilogram. Lonjakan harga yang sama juga terjadi pada komoditas cabai keriting juga alami kenaikan dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp75.000 per kilogram.

"Kenaikan harga cabai sudah terjadi sebelum perayaan Natal, waktu itu diecer Rp60.000 per kilogram, itu kenaikannya masih wajar, tetapi menjelang pergantian tahun hingga kini melonjak tajam menjadi Rp100.000 per kilogram," kata Dian.

Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, kepada media mengakui ada kenaikan beberapa bahan pokok setempat. Kenaikan dikarenakan adanya peningkatan permintaan pada moment perayaan Nataru terutama saat pergantian malam tahun baru.

Kata dia berdasarkan hasil survei pasar data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru per tanggal 4 Januari 2021, pada sejumlah pasar didapati harga cabai rawit masih Rp100.000 per kilogram.

"Biasanya itu terjadi karena suplai berkurang, dan sifatnya fluktuatif," kata Ingot.

Ia yakin harga akan normal kembali saat suplay bertambah, apalagi libur akhir tahun para petani sebahagian tidak ke ladang. Sehingga produksi sentra pertanian belum stabil.

Data Disperindag juga mencatat ada kenaikan harga pada telur dan daging ayam ras. Harga ayam ras naik dari Rp25.000 menjadi di kisaran Rp30.000 per kilogram dan telur ayam tertinggi masih di kisaran Rp1.800 per butir naik dari sebelumnya Rp1.500 per butir. (*/ZET)