Mahasiswa Kuansing Dukung Halim Bangun PMKS di Desa Seberang Cengar Kuantan Mudik

Sabtu, 13 Februari 2021

Langkah Wakil Bupati Kuantan Singingi H Halim membangun Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik didukung masyarakat Kuansing terutama Ikatan Mahasiswa Kuantan Singingi (IMKS) Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.

PEKANBARU (ANEWS) - Wakil Bupati Kuantan Singingi H Halim dua hari lalu mengatakan ke awak media kembali fokus mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kuansing, setelah masa jabatannya habis bulan Juni 2021 mendatang.

Bahkan, ia bersama investor lainnya akan mendirikan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik. Saat ini, rencana tersebut telah memasuki proses perizinan.

Lahan milik pribadi ini seluas 14 hektar dan dibangun dibangun di bawah bendera PT Bukit Kuansing Permai, pabrik tersebut akan didirikan di lahan seluas 14 hektar. 

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Kuantan Singingi (IMKS) Unilak Ahmad Fathony sangat mendukung langkah Halim untuk membangun pabrik minyak kelapa sawit di Desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik.

Menurutnya apabila nanti pabrik ini jadi dibangun tentu akan menguntungkan bagi para petani sawit . "Salah satunya dapat meningkatkan harga sawit di Kabupaten Kuansing,"ucap pemuda yang akrab disapa Tony ini menjawab AmanahNews.com Jum'at (12/2/2021) malam.

Pasalnya, terang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning ini, di Kuansing inilah salah satu kelemahan kita, tidak adanya pabrik pengelolaan. "Kita selalu mengirim minyak mentah keluar daerah dan nanti setelah jadi minyak kembali lagi ke kita dengan harga yang mahal"ujarnya.

Disamping itu dapat pula mengakomodir masyarakat terkait tenaga kerja, dengan membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

"Kepada Haji Halim kita minta agar berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal," jelas Tony.

Mengenai pertimbangan teknis dan pertimbangan sosial, sambungnya lagi sangat penting dilakukan sehingga diharapkan nantinya keberadaan Pabrik minyak kelapa sawit memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun bagi masyarakat sekitar.

Mengenai perizinan pembangunan dapat diserahkan ke pihak yang berwenang untuk mempertimbangkan dan mengkaji dengan matang. "Dan ini perlu kita kawal bersama,"ungkap Tony bersemangat.

Besar harapan masyarakat apabila pembangunan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) ini terealisasi kan. "Nantinya akan dapat dimanfaatkan bersama. Bukan saja mendapatkan nilai tambah untuk kemakmuran masyarakat, tapi juga berdampak positif bagi perkembangan Kabupaten Kuansing ke depan," tutup Tony ini mengakhiri pembicaraan. (JAF)