Diikenal Anti Korupsi, Mendagri Libya Berhasil Lolos dari Upaya Percobaan Pembunuhan

Senin, 22 Februari 2021

Ilustrasi

JAKARTA (ANEWS) - Menteri Dalam Negeri Libya, Fathi Bashagha, berhasil lolos dari upaya percobaan pembunuhan atas dirinya, Ahad (21/2/2021).

Seperti dilansir dari AFP, lewat laman CNNIndonesia.com menyebutkan percobaan pembunuhan itu terjadi saat rombongan kendaraan Fathi melintasi jalan raya di luar ibu kota negara tersebut, Tripoli.

Saat itu, berdasarkan keterangan dari pengawalnya sebuah mobil bersenjata mendekati rombongan dan melepaskan tembakan.

"Polisi pengawal dia (Bashagha) membalas balik tembakan. Dua penyerang akhirnya bisa ditahan," ujar salah seorang sumber.

Penyerang lain, yang diidentifikasi bernama Radwan al-Hangari, tewas karena luka saat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Bashagha sendiri dilaporkan tak mengalami luka akiba serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi, Kemendagri Libya mengatakan sang pejabat menjadi target pembunuhan ketika dia baru kembali dari kediamannya yang berada di luar Tripoli, Janzur.

Penyerang menggunakan mobil truk sedang yang dipersenjatai senapan mesin.

Bashagha, seorang politikus terkemuka di Libya yang dikenal sebagai pendukung upaya antikorupsi itu dalam beberapa bulan terakhir tengah berupaya menggencarkan kebijakan untuk menyerap kelompok bersenjata dan membatasinya ke dalam pasukan keamanan negara. Namun, dalam menggencarkan kebijakan tersebut, Bashagha mendapatkan sejumlah penentangan.

Menanggapi penyerangan terhadap Bashagha, Duta Besar Uni Eropa untuk Libya, Jose Sabadell, mendesak dilaksanakannya investigasi penuh.

"Tindakan penuh kebencian ini tak boleh berdampak pada proses politik yang sedang berjalan," kata dia.

Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Tripoli menyatakan pihaknya mendukung pemerintahan nasional Libya untuk mengakhiri kiprah kelompok militan bersenjata di negara tersebut.

Libya diketahui telah terjun bebas menjadi negara penuh kekerasan sejak rezim Moammar Khadafi dijatuhkan. Khadafi sendiri telah tewas dalam sebuah serangan yang digencarkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (*)