Peluang Ekspor, Pelepah dan Lidi Sawit Jadi Potensi Bisnis Baru di Riau

Jumat, 26 Maret 2021

Pelepah dan Lidi Sawit Jadi Potensi Bisnis Baru di Riau. (F: ant-ANEWS)

PEKANBARU (ANEWS) - Jaringan Pengusaha Nasional yang mayoritas terdiri diri pengusaha muda mulai melirik pelepah hingga lidi sawit yang dinilai komersial dan potensial menjadi industri baru. Bahkan potensi ini bisa dijadikan peluang ekspor ke manca negara.

"Industri baru bersumber dari pelepah dan lidi sawit ini, perlu dikembangkan karena bernilai komersial sementara selama ini bahan-bahan tersebut dbuang begitu saja," kata Ketua Umum Pengurus Wilayah JapNas Riau, Arif Eka Saputra di Pekanbaru, Kamis (25/3/2021) dilansir dari AntaraNews.com.

Menurut Arif, saat ini Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia mencapai 4,02 juta hektare sedangkan di daerah lain, lidi kelapa sawit sudah dikembangkan dan bahkan diekspor ke luar negeri.

Selain itu, jelas Arif, kulit pelepah kelapa juga sudah mempunyai nilai ekonomi, lalu kenapa potensi seperti ini di Riau belum bisa dikembangkan.

Sementara terpisah, Ketua Harian JapNas Riau, Victor Yonathan merinci jika lahan sawit Riau seluas 3 juta hektar saja yang sudah berproduksi pada umur sawit di atas delapan tahun, maka potensi pelepah tiap enam bulan telah bisa dimanfaatkan oleh industri mencapai 1,1 miliar batang pelepah.

"Jika diprediksi setiap enam bulan dari satu batang kelapa sawit itu dibuang tiga pelepah saja dan satu batang pelepah itu menghasilkan 1 kilogram lidi. Maka lidi yang bisa dimanfaatkan sudah mencapai 1 juta ton lebih," kata Viktor.

Saat ini kata Viktor lagi, memang sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit bernilai ekonomi itu, diantaranya lidi kelapa sawit di daerah itu yang melimpah telah diekspor ke Pakistan.

"Di Indragiri Hulu sudah ada pengolahan lidi ini, dilakukan dua perusahaan pengepul saja dan ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga per Kg lidi Rp2 ribu dan dikirim ke Pakistan," katanya.

Sementara untuk kulit pelepah sawit, bisa dijadikan bahan meubel, namun membutuhkan waktu untuk pengeringan, pembersihan agar memunculkan tekstur yang bagus.

"Untuk pohon kelapa sawit juga sangat bisa untuk dijadikan meubel, tetapi kita fokus dulu ke bahan pelepah dan lidi," ujarnya.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution optimis JapNas dapat menjawab semua tuntutan modern termasuk menyiapkan sumber daya manusia untuk berinovasi terkait pengolahan pelepah dan lidi sawit itu.

"Japnas sebagai salah satu organisasi tempat berhimpunnya pengusaha, tentu harus dapat merespon dengan baik tuntutan dan tantangan yang muncul di era global saat ini. Salah satu yang perlu dilakukan oleh pengusaha dalam menjawab tuntutan ini, adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki kemampuan inovasi dan daya saing pengusaha nasional sebagai garda ekonomi nasional," kata Edy Natar. (*)