Ibu-ibu WNI di Kota Hiroshima Jepang Adakan Pengajian Bulanan

Rabu, 13 Oktober 2021

Ibu ibu yang hadir pada pengajian bulanan hari Ahad, 10 Oktober 2021 di Mesjid Mihara, Hiroshima. (Ft.Dok-ANews)


Oleh : Suzanna Hadi Ma’rifat

Silaturahim atau mempererat tali persaudaraan dan sedekah, di dalam agama Islam diyakini akan memperpanjang usia dan membuka lebar pintu rezeki.

Dikisahkan pada zaman nabi Ibrahim.
Suatu hari, Nabi Ibrahim kedatangan seorang tamu, yang tak lain ialah sahabat sekaligus muridnya sendiri.

Setelah tamu Nabi Ibrahim pamit pulang, Malaikat Izrail mendatangi Nabi Ibrahim dan bertanya, “Siapa anak muda yang  mendatangimu tadi, wahai Ibrahim?”

“Itu sahabat sekaligus muridku, “ jawab Nabi Ibrahim.
“Ada apa dia datang menemuimu?” Tanya malaikat lagi.
“Dia menyampaikan akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.” Jawab Nabi Ibrahim.
“Tapi, aku diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wataala untuk mencabut nyawanya malam ini”, lanjut malaikat Izrail.

Setelah berkata seperti itu, malaikat pun langsung pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu.  Tapi langkahnya terhenti, Nabi Ibrahim memilih biarlah kematian menjadi rahasia Allah.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim ternyata masih bisa menyaksikan anak muda tersebut melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, pekan berganti pekan, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim melihat anak muda itu panjang umurnya.

Hingga anak muda itu berumur 70 tahun, Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Izrail, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?

Malaikat kematian menjawab, “Dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.”

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk idak mencabut nyawa anak muda tersebut dulu?” Tanya Nabi Ibrahim keheranan.

Malaikat pun menjawab, “Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut meyedekahkan separuh kekayaannya.

Dan ini yang membuat Allah memutuskan memanjangkan umurnya. Hingga engkau masih melihatnya hidup.” (dikutip dari Islam.pos)

Itu salah satu contoh betapa silaturrahim dan sedekah dapat memperpanjang usia dan membuka lebar lebar pintu rizki.

Bentuk sedekah tidak hanya berupa materi, bisa berupa memberi pertolongan kepada siapapun yang sedang memerlukan, bisa juga sekedar melempar senyum atau memberi semangat kepada yang sedang berputus asa atau menyingkirkan sebuah batu yang ada di jalan dengan niat menyelamatkan orang lain dari musibah akibat menabrak batu tsb.

Banyak lagi bentuk sedekah yang lain.

Silaturahim dan sedekah bagi ibu ibu khususnya dan keluarga WNI yang ada kota Mihara dan sekitarnya pada umumnya, salah satunya di aplikasikan dalam bentuk pengajian bulanan yang diadakan pada hari Ahad pekan kedua setiap bulan.

Silaturahim di adakan di Masjid Mihara, milik komunitas muslim Mihara, Hiroshima.

Pada setiap pengajian ibu ibu di Mihara masing masing membawa makan yang berbeda setiap orang sebagai bentuk sedekah untuk dapat dinikmati bersama sama.

Ada yang membawa nasi, lauk pauk, buah buahan, cemilan, minumab dan lain sebagainya. Sesuai dengan menu yang telah di sepakati bersama.

Aneka ragam makan tersedia, semakin banyak yang hadir, maka jenis dan jumlah makanan yang ada juga akan semakin banyak.

Selesai acara pengajian di lanjutkan dengan sholat zuhur bersama untuk kemudian di tutup dengan makan bersama diselingi dengan obrolan dan aneka anekdot yang keluar dari lisan para ibu ibu.

Kegembiraan selalu menyertai acara kumpul kumpul. Kegembiraan yang positif akan membuat hati bahagia, hati yang selalu bahagia akan memperpanjang usia.

Sisi positif lain dari kegembiraan dan hati yang bahagia adalah dapat mereduksi perasaan tidak enak atau tidak nyaman yang tersimpan di hati.

Perasaan tidak nyaman yang berkepanjangan akan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit.

Penyakit yang satu akan berkembang menjadi penyakit penyakit yang lain, sehingga semakin lama penyakit akan bertumpuk tumpuk di dalam tubuh.

Karena itu setiap insan harus pandai pandai mengelola hati agar terhindar dari ragam penyakit.

Penyakit fisik dapat disebabkan oleh salah satunya psikis yang tidak bahagia. Kebahagiaan hati harus diciptakan dan di upayakan. Kebahagiaan tidak tercipta dengan sendirinya.

Banyak hal yang bisa membuat orang bahagia sebagaimana banyak hal juga yang membuat orang tidak bahagia.

Silaturahim yang dilaksanakan dengan hati tulus dan sedekah yang ikhlas akan memberikan rasa bahagia tiada tara baik bagi yang memberi maupun yang menerima.
 
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui demikian kata pepatah.

Begitu juga dengan pengajian ibu ibu, dengan pengajian selain mendapat ilmu, ibu ibu dan keluarga dapat mempererat tali persaudaraan antar keluarga sambil bersantap siang bersama.

* Penulis adalah Warga Pekanbaru asal Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Singingi, Saat ini bermukim Di Mihara, Hiroshima Jepang