
PEKANBARU (ANews) - Sastrawan ternama yg dijuluki Presiden Penyair Indonesia dengan gelar adat Datuk Seri Pujangga Utama, Sutardji Calzoum Bachri (83), tidak dapat lagi menahan keharuannya ketika berada di depan imanah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam "Pembentangan Benda-benda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam" di Balai Adat LAMR, Sabtu petang (10/8/2024).
Bermastautin di Bekasi, lelaki kelahiran Rengat, Riau ini, terus saja tersedu-sedu di depan sejumlah artefak Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang lain.
Datuk Seri Sutardji sendiri berada di Pekanbaru untuk suatu acara sastra. Tapi sejak di Jawa, dia sudah tahu kegiatan pembentangan itu. Makanya, ia memang mempersiapkan diri untuk berkunjung, seperti membawa kopiah, tetapi lupa dibawanya ke tempat kegiatan di LAMR tersebut. Tak henti-henti ia mengucapkan terima kasih kepada panitia. "Saya memperoleh pencerahan, " katanya.
"Pembentangan Benda-benda Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam" ini dilaksanakan LAMR sempena hari jadi Riau, hari adat sedunia, dan hari kemerdekaan Indonesia. Diiringi dengan sembilan kegiatan lainnya, acara berlangsug 9-18 Agustus 2024. LAMR bermitra dengan Istana Al-Qur'an, Al-Fatih, Yayasan Artefak, dan Pero.
Kesemua benda yang dibentangkan tersertifikasi, bersumber dari berbagai tempat seperti Malaysia, Brunei, Madinah, dan Jordania. Di antara benda itu adalah janggut, rambut, darah bekam, telapak kami, tongkat, dan panah. Pengunjung tidak dikenakan biaya. (Rls/ANews)