Pertumbuhan Ekonomi Alami Kontraksi,  Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Kuansing Turun 

Sabtu, 12 Oktober 2024

Sidang paripurna istimewa HUT Kuansing ke 25 tahun 2024. (RBI/ANews)

TELUK KUANTAN (ANews) - Meski pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mengalami kontraksi sebesar 2,87 persen. Ini berdampak terhadap penurunan kontribusi lapangan usaha. 

Kontraksi tersebut juga berdampak terhadap penurunan sektor unggulan mulai dari sektor pertanian dan undustri pengolahan. 

Tiga sektor yang mengalami penurunan secara dominan terutama sektor pertambangan dan penggalian turun 15,68 persen. 

Kemudian sektor transportasi dan pergudangan turun 12,52 persen. Sektor pengadaan listrik dan gas turun 11,95 persen. 

Sementara tiga sektor mengalami peningkatan di tahun 2023 diantaranya sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial meningkat 14,75 persen. 

Sektor administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib juga meningkat 4,5 persen. Dan penyedia akomodasi dan makan minum meningkat 4,33 persen. 

Demikian disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kuansing, Sri Sadono Mulyanto saat menyampaikan sambutan pada sidang paripurna istimewa HUT Kuansing XXV tahun 2024 di DPRD Kuansing, Sabtu (12/10/2024). 

Sri Sadono juga menyampaikan peningkatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 mencapai 73,35 persen. Disampaikan Sri Sadono IPM Kuansing masih berada pada kategori tinggi dan berada pada urutan ke 7 (tujuh) dari 12 Kabupaten/kota di Riau. 

Sementara angka kemiskinan Kabupaten Kuansing tahun 2023 sebesar 8,07 persen turun 0,17 persen dibanding tahun 2022 lalu sebesar 8,24 persen. 

Kemudian untuk tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kuansing tahun 2023 sebesar 2,49 persen turun sebesar 0,17 persen dibanding tahun 2022 sebesar 2,66 persen. 

Hal ini kata Sri Sadono menunjukan kalau persentase angkatan kerja di Kuansing yang tidak bekerja sudah semakin sedikit. Kedepan lanjut Dia angka pengangguran ini akan terus kita tekan. 

Prestasi lain juga disampaikan Sri Sadono untuk transformasi pelayanan bidang kesehatan ditandai dengan seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Kuansing sebanyak 25 Puskesmas sudah menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

Saat ini disampaikan Sri Sadono Kuansing juga telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), dimana masyarakat cukup menunjukan KTP dan dapat berobat secara gratis di pusat-pusat pelayanan kesehatan milik Pemda Kuansing. 

UHC sendiri disampai Pjs Bupati merupakan upaya percepatan transformasi pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan jaminan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh warga. 

Program lain yang juga sudah berjalan adalah program Jamela (Jemput antar ibu melahirkan) yang didukung dengan ambulance gawat darurat/Public Safety Center (PSC) 119. 

"Tahun ini juga layanan klinik cuci darah atau hemodialisa sudah dapat dilakukan di RSUD Teluk Kuantan," katanya. (RBI/ANews)