
PEKANBARU (ANews) - SMAN 16 Pekanbaru menggelar Festival Permainan Tradisional Melayu Riau guna memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional di era yang sudah modern ini .
Festival dilaksanakan di halaman sekolah SMAN 16 Pekanbaru Kamis (20/2/2025).
Permainan tradisional yang disuguhkan antara lain congklak, lompat tali, engrang, bedil, tarik upih, gasing, bakiak, bola batu, statak, kelereng, tali tempurung, tamtam buku dan lain sebagainya.

Kepala SMAN 16 Pekanbaru Dr. Hj. Nurhafni, M.Pd mengatakan festival ini merupakan salah satu upaya yang dapat diterapkan dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada anak anak, yaitu dengan mengajarkan untuk dimainkan dan nilai nilai yang terkandung dalam setiap permainan.
"Agar permainan tradisional ini tetap relevan untuk dimainkan dan dilestarikan karena permainan tradisional pun banyak memiliki manfaat dalam kehidupan sosial," ungkapnya.

Dikatakan, seiring berkembang zaman, Permainan Tradisional mulai jarang dijumpai. Dalam era globalisasi ini kehidupan sosial dalam masyarakat mulai berubah, salah satunya pada anak yang disibukkan oleh game/ digital.
Munculnya sejumlah alat teknologi membuat permainan tradisional tergeser. Padahal, permainan tradisional lebih mudah, hemat biaya, mengutamakan kebersamaan, kecerdasan, dan ketangkasan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga warisan budaya lokal di tengah gempuran permainan digital dan teknologi canggih," sebutnya.
Menurut Nurhafni, permainan tradisional adalah warisan budaya yang sudah ada sejak lama dan diwariskan turun-temurun.
"Melestarikan permainan tradisional menjadi penting untuk menjaga nilai-nilai budaya tersebut. Berbagai upaya dapat dilakukan, seperti mengenalkan permainan ini di sekolah-sekolah," pungkasnya.
Dalam festival ini, permainan dilaksanakan oleh peserta didik dengan bimbingan guru Budaya Melayu Riau kerjama/dibantu oleh OSIS. (HRZ)