Disbunak Kuansing Laporkan Kerusakan Lahan Kebun Karet Pemda Ulah Tambang Emas Ilegal ke Polres KuansingĀ 

Selasa, 15 April 2025

Pondok dan rakit PETI ditemukan Disbunak Kuansing di lahan Pemda Kuansing. (F:RBI/ANews)

TELUK KUANTAN (ANews) - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuansing Andri Yama Putra telah melaporkan kerusakan lahan kebun karet milik Pemda di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah ke Polres Kuansing, Jum'at, (10/4/2025) lalu. 

Andri Yama berharap para cukong dan pelaku yang melakukan perusakan lahan kebun karet Pemda di Desa Jake menggunakan alat berat excavator bisa segera ditangkap. 

"Kita sudah laporkan masalah pengrusakan lahan kebun Pemda ke Polres, semoga para pelaku yang melakukan pengrusakan segera bisa ditangkap," harap Andri Yama Putra, Senin (15/4/2025) kemarin. 

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Kuansing menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator dilahan kebun karet di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Ahad lalu. 

Empat unit alat berat excavator tersebut ditemukan tengah bekerja melakukan penggalian diduga tengah mencari butiran emas di lahan kebun karet milik Pemda Kuansing. Selain 4 unit alat berat, tim juga menemukan sejumlah rakit dompeng yang digunakan para pelaku untuk mendapatkan emas didaerah tersebut. 

Tim dari Disbunak Kuansing sempat menghampiri alat berat excavator yang tengah bekerja melakukan penggalian mencari butiran emas dilahan milik Pemda Kuansing tersebut. 

"Ada 4 unit alat berat excavator yang kita temukan tengah beroperasi diduga melakukan penambangan emas secara ilegal," ujar Kadisbunak Kuansing, Andri Yama Putra, Senin (14/4/2025). 

Kadis mengatakan pertama kali mendapat informasi tersebut dari penyewa kebun karet milik Pemda. Mereka melihat ada aktivitas PETI menggunakan alat berat di lokasi lahan Pemda. 

"Informasi masuknya alat berat ini saat malam takbiran. Kita baru dikasih tahu minggu lalu langsung kita turun untuk menghentikan aktivitas tersebut," katanya. 

Hingga saat ini belum diketahui siapa pemilik 4 unit alat berat tersebut. Selain 4 unit alat berat, Disbunak juga menemukan beberapa rakit dompeng dilokasi. "Saat kita datangi mereka langsung kabur, ada satu orang yang mengaku penjaga kita tanya, tapi tidak mau mengaku siapa pemilik alat tersebut," terangnya. (RBI)