Teken MoU di Hadapan Wamendag, Perusahaan Asal Pekanbaru Tingkatkan Kerjasama di Bidang Energi Terbarukan dengan Perusahaan Jepang  

Kamis, 12 Juni 2025

PT. Prima Khatulistiwa Sinergi yang diwakili oleh Alexander selaku CEO sekaligus owner Perusahaan dan Takahiko Sato selaku CEO dan juga owner dari Takafuji Co., Ltd ditandatangani dihadapan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia.(F/ist/ANews)

PEKANBARU (ANews) -  Dalam rangka kerjasama pengembangan bisnis di bidang Energi Terbarukan di Indonesia, PT. Prima Khatulistiwa Sinergi, perusahaan asal Kota Pekanbaru (Riau) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan asal Prefecture Oita (Jepang), Takafuji Co., Ltd.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan bersempena dalam acara Misi Dagang Jepang yang diadakan oleh Kementrian Perdagangan Indonesia dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, dalam rangkaian kegiatan Osaka EXPO, di Osaka (Jepang), Kamis (12/6/2025).

PT. Prima Khatulistiwa Sinergi, merupakan salah satu dari 27 perusahaan asal Indonesia dari berbagai sektor industri seperti Makanan dan Minuman, Fashion dan Aksesoris, Furniture serta Energi Terbarukan yang ikut hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian acara ini.

Acara Misi Dagang yang dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Konsulat Jendral Indonesia di Osaka John Tjahjanto Bustami, Sekjen Asean-Japan Center Kunihiko Hirabayashi, Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo, Perwakilan KADIN Indonesia dan KADIN Osaka ini diadakan di Ballroom Centara Grand Hotel Osaka. 

Forum ini mengambil tema; Memperkuat Sinergi: Membuka perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang untuk perdagangan berkelanjutan di era ekonomi baru.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT. Prima Khatulistiwa Sinergi yang diwakili oleh Alexander selaku CEO sekaligus owner Perusahaan dan Takahiko Sato selaku CEO dan juga owner dari Takafuji Co., Ltd ditandatangani dihadapan Wakil Menteri Perdagangan dan juga para hadirin yang hadir ini berisikan kesepakatan kerjasama dalam beberapa hal terkait pengembangan bersama Energi Terbarukan di Indonesia yang meliputi; Penyediaan Bahan Bakar Biomassa (seperti; Cangkang Sawit, Wood Chip (serbuk kayu), Wood Pellet dan jenis biomassa lainnya baik untuk pasar dalam negri maupun ekspor ke Jepang), Pengembangan dan hilirisasi produk biomassa (seperti; Charcoal), Pengembangan bisnis PLTS (Solar PV), Pengembangan bisnis Pembangkit Listrik dari Energi Terbarukan dan Pengembangan produk pertanian yang berbasis energi terbarukan dan rendah karbon.

PT. Prima Khatulistiwa Sinergi merupakan  salah satu Perusahaan di bidang Energi Terbarukan yang berdiri sejak tahun 2019. Perusahaan ini menggandeng salah satu Perusahaan Jepang yang juga bergerak di bidang yang sama untuk memperkuat bisnis Energi Terbarukan di Indonesia.

Sedangkan Takafuji Co., Ltd adalah sebuah Perusahaan yang sudah berdiri semenjak tahun 1989 di Prefercture Oita Jepang dengan bisnis utama sebagai Perusahaan konstruksi fasilitas dan perawatan pabrik, pengolahan limbah dan daur ulang, bisnis pertanian dan juga energi terbarukan. Di bidang Energi Terbarukan, Takafuji Co., Ltd., memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang sebagian bahan bakarnya di impor dari Indonesia yaitu Cangkang Sawit.

Kedua Perusahaan sudah menjalin kerjasama semenjak tahun 2023 lalu, namun untuk lebih mempererat hubungan keduanya dan mempercepat pengembangan bisnis di Indonesia, maka kedua Perusahaan berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis lainnya seperti transfer teknologi dan hilirisasi produk biomassa.

Alexander yang juga merupakan putra asli Riau ini akan melanjutkan lawatan ke kantor Pusat Takafuji Co., Ltd yang berada di Prefecture Oita, Kyushu untuk melihat langsung Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa yang dimiliki Takafuji Co., Ltd dengan bahan bakar sebagian Cangkang Sawit yang di impor dari Indonesia, pabrik pengolahan limbah rumah tangga, serta Perkebunan paprika dan tomat modern milik Takafuji Co., Ltd, yang mana Perkebunan in-house modern ini memanfaatkan energi panas bumi untuk menjaga agar suhu di house Perkebunan tetap stabil.

Mengenai penandatanganan kerjasama ini Takahiko Sato selaku owner dan CEO Takafuji Co., Ltd. sangat yakin dan optimis bahwa kolaborasi dan kerjasama ini akan memberikan dampak yang baik bukan hanya untuk kemajuan kedua Perusahaan tetapi juga meningkatkan transaksi ekonomi serta memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia. 

Takahiko Sato melanjutkan, bahwa Perusahaannya akan meningkatkan investasi di bidang Energi Terbarukan dan juga Sektor Industri Pertanian di Indonesia dimana hal ini juga sejalan dengan program strategis Pemerintah Indonesia yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi.

"Selain untuk mendukung program ekspor dari Indonesia ke Jepang, kami juga melihat potensi dan peluang yang besar untuk pengembangan energi terbarukan dan agrikultur di Indonesia sendiri. Indonesia memiliki pasar domestic yang potensial dengan jumlah penduduk serta kebutuhan dalam yang besar," ucap Takahiko Sato.

Sementara itu, Wamendag Roro mengatakan Kementrian Perdagangan (Mendag) berkomitmen mendukung dan memfasiliatsi pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengan (UKM).

"Diharapkan kolaborasi dagang Indonesia – Jepang semakin kuat dan saling menguntungkan," ujar Roro seperti dikutip dari lama kemendag.go.id, Kamis (12/6/2025).

Beliau juga menekankan posisi strategis Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan mitra perdagangan serta menjadi tujuan investasi utama bagi Jepang. Menurut Roro, kerjasama dagang bilateral Indonesia dan Jepang memiliki potensi yang sangat besar.

Selain penandatangan MoU antara PT. Prima Khatulistiwa Sinergi dan Takafuji Co., Ltd. ada beberapa Perusahaan lainnya dari Indonesia yang juga menandatangai kesepakatan dan kerjasama dengan beberapa Perusahaan Jepang dalam bidang perdagangan makanan dan minuman, industry fashion dan aksesoris dengan proyeksi nilai jutaan US Dollar.

Sebelumnya, Roro melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, seperti Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang; Japan-Indonesia Association (JAPINDA), ASEAN-Japan Centre (AJC), dan Chamber of Commerce and Industry (CCI) Jepang.

"Kami bertemu dengan sejumlah pihak untuk membahas berbagai isu terkait tatanan ekonomi baru, pemanfaatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan perdagangan, dan kolaborasi dalam mempromosikan investasi dan perdagangan," kata Roro. (***)