Aura Farming Pacu Jalur Bule Belanda di Tangkoban, IKKS Pekanbaru "Balek Kampung," Cari Solusi Benahi Wisata Kuansing

Ahad, 14 September 2025

Gerakan aura farming pacu jalur IKKS Pekanbaru dan bule Belanda Andrew Mulder di kawasan objek wisata Air Terjun 7 Tingkat Batangkoban, Desa Lubukambacang, Kuansing. (F:Ist-ANews)

TELUKKUANTAN (ANews) - Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru melakukan peninjauan terhadap sejumlah objek wisata yang ada di Kuasing dalam agenda kegiatan "balek kampung".

Selain mempererat tali silaturahmi, sejumlah pengurus IKKS Pekanbaru yang hadir juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dalam mencari solusi pembenahan objek wisata di Kuansing.

Tak tanggung-tanggung, tim IKKS Pekanbaru juga menghadirkan bule dari negara Belanda yaitu Andrew Mulder, melakukan gerakan aura farming pacu jalur saat meninjau objek wisata Air Terjun 7 Tingkat Tangkoban.

Kehadiran bule Belanda tersebut juga akan mempopulerkan objek wisata yang ada di Kuansing melalui akun media sosialnya. Andrew saat ini sedang menjalani misi pertukaran mahasiswa di Universitas Islam Riau (UIR). 

Salah seorang Pembina IKKS Kuansing, Arman Lingga Wisnu mengatakan, tujuan pertama kunjungan IKKS Pekanbaru adalah menyambangi objek wisata yang ada di Kecamatan Hulu Kuantan, salah satunya yaitu objek wisata air terjun 7 tingkat Batangkoban.

"Rombongan kami sampai di Hulu Kuantan pada Jum'at malam, kemudian Sabtu pagi kami bergerak menuju objek wisata Air terjun 7 tingkat Batangkoban. Menurut kami, potensi objek wisata Batangkoban sangat bagus untuk dijadikan sebagai pendapatan daerah jika dikelola dengan baik," ujar putra Kuansing asal Desa Lubukambacang ini, Sabtu (13/9/2025).

Namun, lanjut Arman Lingga, yang menjadi kendala adalah akses jalan menuju ke objek wisata air terjun 7 tingkat. Dimana, akses jalan tersebut masih terkendala cuaca dan situasi air kuantan. Karena jalan satu-satunya menuju air terjun harus menggunakan perahu mesin.

"Untuk memasuki perahu mesin juga agak susah mesin karena tidak adanya dermaga. Begitu juga dengan kondisi masuk air terjun Batangkoban. Di sana pengunjung susah menaiki tangga karena tidak sampai ke pinggir sungai. Termasuk fasilitas didalamnya yang kebanyakan sudah rubuh," ungkap Arman Lingga Wisnu.

Hal senada juga disampaikan, wakil ketua IKKS Pekanbaru Joyosman. Menurut Joyosman, keindahan objek wisata air terjun 7 tingkat Batangkoban yang terletak di Desa Lubuk Ambacang ini sungguh memikat. Apalagi dengan kondisi alamnya yang masih alami dan asri.

"Hanya tinggal lagi bagaimana akses jalan. Seharusnya pemerintah daerah membuat jalan darat. Ini akan menjadi PAD terbesar jika dikelola dengan baik. Dengan demikian, objek wisata Batangkoban akan menjadi ikon baru pariwisata tujuan utama pengunjung di Kabupaten Kuansing," tuturnya.

Hafny Ma'rifat yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata didampingi Sekretaris IKKS Pekanbaru Sadrianto mengatakan, ia bersama tim akan mencarikan solusi terkait objek wisata yang ada di Kabupaten Kuansing.

"Ke depan kami akan menggandeng pihak-pihak lain dalam mencarikan solusinya. Sangat disayangkan jika Batangkoban yang indah ini dibiarkan begitu saja. Kami sangat kagum dengan keindahan dan kemurnian alam yang menjadi penunjang objek wisata yang berada di bagian hulu Kabupaten Kuansing ini. Kami tidak saja fokus kepada objek wisata Batangkoban. Ke depan kami juga akan berkunjung ke beberapa objek wisata yang lainya," cakap Hafny.

Sementara itu Camat Hulu Kuantan Azisman SST menyambut baik kedatangan pengurus IKKS Pekanbaru di Kecamatan Hulu Kuantan. Dengan misi tersebut, tentu akan membantu masyarakat dalam mewujudkan Kecamatan Hulu Kuantan menjadi tujuan utama wisata di Kabupaten Kuansing.

"Kami sudah melakukan diskusi dan pertemuan di kantor camat yang juga dihadiri dari semua lapisan masyarakat Hulu Kuantan. Termasuk Forum Kades. Apa-apa yang menjadi persoalan sudah kami sampaikan. Semoga dengan pertemuan dan kunjungan IKKS Pekanbaru ini bisa mencari solusi-solusi demi tercapainya keinginan masyarakat menjadikan Batangkoban sebagai objek wisata paling diminati di Riau terutama di Kabupaten Kuansing," harap Azisman.

Menikmati suasana "balek kampung" IKKS Pekanbaru sempat bermalam di rumah warga setempat di kediaman keluarga Mardias (Yaya) di Desa Sampurago, yang berbatasan langsung dengan Desa Lubuk Ambacang. Di rumah warga ini tim benar-benar merasakan suasana "balek kampung" dan ikut berbaur dengan masyarakat setempat.

Kunjungan ini, juga dihadiri bendahara umum IKKS Pekanbaru Rika Putra, wakil sekretaris Fikri Idris, ketua bidang agama Juswandi, bidang adat Rudisman, bidang kesehatan Elda Nazriati dan pengurus lainnya, Desnita, Nariman, Renita, Aurida Aman dan Rusdayanti. (***)