Cintai Lingkungan Sejak Dini, Pembibitan Mangrove MSB Perkuat Ekosistem Pesisir Siak

Rabu, 22 April 2026

Seorang peserta Sekolah Alam Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) tengah menanam propagul bakau ke dalam polybag sebagai upaya penguatan ekosistem pesisir.

SIAK (A/News) - Puluhan peserta Sekolah Alam Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) melakukan pembibitan mangrove di Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (19/4/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir yang menopang aktivitas ekonomi dan melindungi kawasan sekitar. Kegiatan pertemuan ke-77 itu diisi praktik lapangan, mulai dari penanaman propagul bakau, api-api, hingga nyirih ke dalam polybag berlumpur. Sejumlah peserta juga mengukur dan mencatat pertumbuhan bibit sebagai bagian dari pembelajaran dasar konservasi. Selain itu, peserta mengikuti sesi kelas alam di ruang terbuka. Mereka duduk melingkar mendengarkan penjelasan fasilitator mengenai fungsi mangrove sebagai pelindung abrasi, habitat biota, sekaligus penopang ekonomi masyarakat pesisir. Program Sekolah Alam MSB merupakan mitra PT Imbang Tata Alam yang dijalankan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Penguatan ekosistem pesisir ini berperan dalam melindungi kawasan dari abrasi serta menjaga stabilitas lingkungan, yang turut mendukung kelancaran aktivitas operasional energi di wilayah pesisir. Salah seorang peserta, Ainun Ahaddia, mengatakan kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena dilakukan langsung di alam. “Kami sangat senang bisa bersekolah di alam. Hari ini kami kembali melanjutkan kegiatan menabung lumpur sebagai bagian dari program Bank Mangrove. Dalam kegiatan ini, kami berlomba-lomba menabung lumpur atau membibit mangrove sebanyak mungkin,” ujarnya. Menurut Ainun, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi peserta. “Selain bermanfaat untuk lingkungan, hasil dari kegiatan ini juga bisa kami tabung menjadi uang yang nantinya dapat digunakan untuk tamasya atau memenuhi kebutuhan lainnya,” kata dia. Mangrove Officer Siak Pelalawan Landscape Program, Khaidir, mengatakan pendekatan praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami peran mangrove. “Mereka tidak hanya belajar, tetapi melihat langsung bagaimana mangrove tumbuh dan apa manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, mangrove memiliki nilai ekonomi karena berkaitan dengan perikanan, perlindungan garis pantai, hingga potensi wisata berbasis lingkungan. “Kalau dijaga, manfaatnya kembali ke masyarakat,” kata Khaidir. CSR & Communication Division Manager EMP, Iman Soerjasantosa, menyebut ekosistem mangrove juga berfungsi menjaga keseimbangan kawasan pesisir yang berdekatan dengan aktivitas industri. Keberadaan mangrove, kata dia, membantu mengurangi risiko abrasi yang dapat mengganggu kawasan pesisir serta berkontribusi dalam penyerapan karbon. “Upaya ini penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi dan energi di wilayah pesisir,” ujar Iman. (HNS/ANews)