Opini

Seruan Ikhtiar Tanggap Covid-19 di Riau

Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes

Sebagaimana kita ketahui, situasi pandemi COVID-19 saat ini semakin mengkhawatirkan. Kasus harian mencapai 21.342 pada tanggal 27 Juni 2021 yang merupakan kasus tertinggi sejak pandemi COVID-19 di Indonesia. Kasus harian meningkat signifikan hingga 794% sejak 15 Mei 2021. Situasi tersebut kemungkinan besar akibat mobilitas tinggi masyarakat, liburan dan makin banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan serta karena telah menyebarnya virus COVID-19 varian Delta yang lebih infeksius di masyarakat. 
Tenaga kesehatan di rumah sakit sudah kewalahan melayani pasien. Bed Occupancy Rate (BOR) RS rujukan COVID-19 di Indonesia di atas 65%, bahkan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur ada yang sudah lebih dari 100 persen. Angka positivity rate sebesar 26,8% jauh di atas standar aman WHO, yaitu 5%. Sebanyak 57.138 orang (2,7%) telah meninggal karena COVID-19. Proporsi kasus COVID-19 pada anak jumlahnya cukup besar, yaitu sebanyak 2,9% pada anak Balita dan 9,6% pada anak usia 6-18 tahun. Jumlah kasus kumulatif Covid19 di Provinsi Riau hingga tanggal 27 Juni 2021 adalah 69.621 orang, yang sembuh berjumlah 64.868 orang (93,17%), dan jumlah yang meninggal kumulatif 1.897 orang (2,72%). 
Jumlah orang yang divaksin ke-2 baru sekitar 7,25%, masih jauh dari target 181,5 juta orang untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Sehubungan dengan situasi tersebut, maka kami Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Riau menyampaikan seruan ikhtiar tanggap COVID-19 kepada seluruh pengurus dan anggota IAKMI di kabupaten/kota se-Provinsi Riau dan warga masyarakat Riau yang kita sayangi agar secara bersungguh-sungguh sebagai pribadi dan aktif menggerakkan anggota keluarga dan masyarakat untuk:  
    1.Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sebagai kebiasaan dan budaya hidup sehari-hari, seperti berolahraga/melakukan aktivitas fisik, makan bergizi/buah dan sayuran/minum jamu, tidak merokok.   
    2.Melindungi diri, keluarga, dan anggota/masyarakat dari penularan COVID-19 dengan cara memperketat disiplin protokol kesehatan: Menggunakan masker dengan benar, selalu mencuci tangan pakai sabun/handsanitizer, menjaga jarak,                     mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. 
    3.Meningkatkan kegiatan penyebarluasan informasi pencegahan COVID-19 ke masyarakat, edukasi tentang isolasi mandiri yang benar, termasuk meluruskan berita hoax, dengan melibatkan para anggota/tenaga ahli kesehatan masyarakat di               wilayah masing-masing. Gunakan sumber informasi/berita yang terpercaya dari Kemenkes RI       (www.kemkes.go.id) atau Satgas Nasional Penanganan COVID-19 (www.covid19.go.id).  
    4.Melakukan test antigen atau PCR segera jika mengalami gejala mirip flu seperti demam tinggi, batuk, sesak nafas ataupun gangguan pengecapan/penciuman, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. 
    5.Menjalani vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu intervensi efektif kesehatan masyarakat untuk mengurangi tingkat resiko penularan COVID-19. 
    6.Menyiapkan diri dan masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri jika diperlukan dengan tetap terhubung kepada petugas dan pelayanan kesehatan terdekat. 
    7.Memperkuat koordinasi dan berperan lebih aktif dengan stakeholder setempat (Satgas Penanganan COVID-19 di daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi kesehatan lainnya, organisasi masyarakat) terkait upaya bersama penanggulangan            COVID-19.  

Demikian seruan ikhtiar tanggap COVID-19 di Riau ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, memberkahi upaya kita bersama. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. 
Salam sehat untuk kita semua.


Pekanbaru, 28 Juni 2021
Ketua Umum IAKMI Provinsi Riau.
Wakil Ketua Bidang Kesehatan IKKS Pekanbaru

dto

Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes
 



[Ikuti AmanahNews.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar