Daerah

Dituding, UNIKS Bantah Kampusnya Jadi Tempat Peredaran Narkoba

Kampus Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS). (F:ist-Anews)

PEKANBARU (ANews) - Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes menyayangkan pemberitaaan miring yang dimuat pada laman salah satu media online di Riau yang terkesan menyudutkan UNIKS sebagai institusi pendidikan tinggi di Kuansing. Isi berita tersebut sama sekali tidak benar dan perlu diluruskan.

Dalam isi berita disebutkan, peredaran narkoba jenis sabu diduga telah sampai ke dalam kompleks kampus Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS). Hal ini terungkap dari penangkapan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Kuansing, Jumat (8/4/2022) lalu.

Padahal yang dimaksud komplek kampus UNIKS itu adalah gedung kosong milik Pemda Kuansing yang belum dimanfaatkan sejak 6 tahun lalu oleh UNIKS dan beralamat di Jl. Abdoer Rauf tepatnya berada di Desa Beringin Taluk Kecamatan Kuantan Tengah. Bukan kampus UNIKS yang aktif sebagai aktivitas perkuliahan di Jl. Gatot Subroto KM 7 Kebun Nenas-Teluk Kuantan. 

"Dari pada gedung kosong milik Pemda itu jadi tempat narkoba lebih baik dimanfaatkan oleh UNIKS untuk mencerdaskan kehidupan putra putri Kuansing. Tapi yang jelas gedung yang dimaksud tidak pernah dimanfaatkan selama ini untuk perkuliahan ataupun aktivitas kampus," lanjutnya.

Lebih lanjut Nopriadipun membantah tentang status pelaku pengedar narkoba yang diberitakan.

"Pelaku pengedar narkoba juga bukan mahasiswa UNIKS, melainkan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP), ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan mahasiswa dan pegawai UNIKS," tegas Nopriadi.

Pihak UNIKS sangat menyesalkan dengan adanya pemberitaan yang mengarah kepada unsur provokasi dan stigma negatif kepada UNIKS. Sehingga tentu berdampak negatif kepada nama baik UNIKS.

UNIKS juga menilai subtansi pemuatan berita tersebut, sangat tidak berimbang, miskin dan rendah literasi. Sehingga bisa mengakibatkan sebagian masyarakat salah persepsi terhadap UNIKS. 

Selain itu, pihak UNIKS juga menantikan i'tikad baik dari perwakilan dari media online tersebut untuk mengklarifikasi beritanya dan meminta ma'af secara terbuka kepada UNIKS. 

'Karena saat ini kami justru sedang berupaya membangun image yang baik, tata kelola, meningkatkan akreditasi prodi dan institusi serta memperbanyak prestasi mahasiswa dan lulusan, juga meningkatkan kemampuan dosen melalui Diklat dan studi lanjut S3 dengan mengirimkan sebanyak 11 orang dosen yang sedang kuliah program doktoral, sehingga ke depan adanya trust atau kepercayaan dari masyarakat untuk kuliah di UNIKS," kata Nopriadi.

"Kita ingin UNIKS ini menjadi jantung hati masyarakat Kuansing, makin dicintai dan dibanggakan oleh warga Kuansing termasuk yang tinggal di perantauan, perlu ada rasa memiliki terhadap kampus UNIKS yang kita cintai ini. Oleh karena itu mari kita rawat bersama agar UNIKS semakin tumbuh dan berkembang menuju unggul," tambahnya. (rls)



Tulis Komentar