Infrastruktur

Dipertanyakan Warga, Jalan Usaha Tani di Air Abu Unggan Bukit Sijunjung Berbiaya Rp 200 Juta Hanya Diikerjakan 600 Meter

Badan jalan usaha tani bukaan baru di Air Abu Jorong Unggan Bukit, Sumpur Kudus Sijunjung (Sumbar) berbiaya sekitar Rp 200 juta. Dari rencana 2 km badan jalan yang dibangun hanya 600 meter saja. Ft.ist-dok/ANews

UNGGAN SUMPUR KUDUS (ANews) - Kelayakan jalan usaha tani di kawasan Air Abu, Jorong Unggan Bukik, Nagari Unggan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung (Sumbar) dipertanyakan ratusan anggota Kelompok Tani (KT) setempat.

Jalan usaha tani bukaan baru yang menelan dana sekitar Rp 200 juta itu secara fisik harusnya 2 km. Tapi, badan jalan yang dikerjakan hanya 600 meter saja.

Dua anggota KT Maju Jaya Air Abu mewakili para petani lain, Datuak Poda Kayo dan Suwir yang ditemui awak media, awal pekan ini menyebutkan, jalan bukaan baru yang harusnya bisa mendukung transportasi petani ke kawasan perkebunan dan memperlancar angkutan produksi kini jika hujan tidak bisa ditempuh dengan kendaraan.

“Ketika kondisi jalan setapak masih bisa dilewati sepeda motor, setelah dikerjakan alat berat untuk jalan kaki saja susah karena berlumpur pekat di musim hujan. Makanya kami protes sebab pengerjaan jalan yang terkesan “asal jadi” ini sudah menghambat aktifitas para petani pemilik puluhan hektar kebun di Air Abu,” kata Datuak Poda Kayo, Sabtu (24/2).

Dijelaskan, jalan usaha tani Air Abu sangat penting bagi petani karena jalan ini akses setiap hari sekitar 150-an anggota KT Maju Jaya yang  berladang di kawasan itu. Komoditas perkebunan yang ditanam warga beragam antara lain karet, gambir, buah-buahan dan lain-lain.

Menurut Poda Kayo, banyak yang harus dipertanyakan terkait pengerjaan jalan usaha tani di Air Abu yang katanya dibiayai dana pokok pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Sumbar tahun 2023 senilai Rp 200 juta.

Dari anggaran sejumlah itu, kata Poda, dana yang benar-benar dikucurkan kabarnya hanya sekitar Rp 170 juta. Pekerjaan fisik jalan juga jadi bahan pertanyaan para petani.

“Dari awal disampaikan jalan usaha tani bukaan baru di Air Abu akan dikerjakan sepanjang 2 km, tapi kenyataan di lapangan hanya 600 meter saja. Apa dananya tidak cukup atau karena alasan lain, kami para petani tidak tahu. Yang jelas jalan usaha tani ini kabarnya dianggap rampung karena alat berat sudah berhenti bekerja. Kami pun tidak pernah dengar apakah proyek jalan ratusan juta tersebut sudah diserah terimakan atau belum,” jelas Poda Kayo menambahkan.

Diakuinya, masa pengerjaan jalan usaha tani itu juga mengundang tanda tanya karena menurut keterangan anggota DPRD pemilik pokir tersebut sudah dikerjakan bulan Oktober 2023. Akan tetapi kenyataannya di lapangan pekerjaan jalan baru dimulai awal Desember 2023.

Sebelum jalan usaha tani di Air Abu dikerjakan, katanya, juga tidak ada sosialisasi dengan anggota KT setempat. Akibatnya, para anggota KT kaget karena tiba-tiba saja alat berat sudah bekerja.

Dalam kaitan itu, menurut Poda Kayo dan Suwir, para petani anggota KT Maju Jaya berharap pihak-pihak terkait untuk turun meninjau ke lapangan. Tujuannya adalah, agar masyarakat Unggan khususnya anggota KT Maju Jaya tidak mempertanyakan lagi kelanjutan jalan usaha tani yang dari segi fisik tidak sesuai dengan informasi awal.(ZET)



Tulis Komentar