Tokoh Riau Syamsul Rakan: Yulisman Figur Tepat Pimpin Golkar Riau
PEKANBARU (ANews) — Dukungan terhadap Yulisman, SSi, MM, untuk memimpin Partai Golkar Provinsi Riau periode 2025–2030 semakin menguat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) partai berlambang pohon beringin itu.
Sejumlah tokoh senior menilai, Yulisman merupakan figur tepat yang dapat membawa Golkar kembali solid dan berpengaruh di tingkat daerah.
Salah seorang di antara Tokoh Riau, H. Syamsul Rakan Chaniago, SH, MH, menyebut Yulisman sebagai sosok dengan rekam jejak panjang di dunia organisasi dan politik, serta memiliki integritas yang relatif bersih di tengah sorotan publik terhadap elite daerah.
“Sudah saatnya Yulisman menakhodai Golkar Riau. Kiprahnya sejak mahasiswa hingga menjadi Ketua DPRD Riau membuktikan konsistensi dan kedewasaannya dalam berpolitik,” ujar Syamsul Rakan di Pekanbaru, Senin (3/10).
Menurut mantan hakim agung Mahkamah Agung itu, Yulisman dikenal memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik dan mampu merangkul berbagai kelompok di internal partai.
“Ia tipe pemimpin yang tidak reaktif, tapi mampu menjaga keseimbangan. Ini penting untuk partai besar seperti Golkar,” ucapnya.
Dukungan DPP Mengerucut
Menjelang Musda yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, arah dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar disebut telah mengerucut ke nama Yulisman.
Sumber internal partai menyebut, DPP memberikan restu penuh kepada kader asal Indragiri Hulu tersebut untuk menakhodai DPD Golkar Riau lima tahun ke depan.
“Final. DPP merestui Yulisman sebagai Ketua Golkar Riau untuk periode 2025–2030. Besok Ketum Bahlil Lahadalia ke Pekanbaru untuk memastikan pergantian kepemimpinan,” ujar seorang sumber DPP Golkar.
Sumber yang enggan disebutkan namanya itu menyebut, Bahlil Lahadalia akan hadir langsung bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar sekaligus Plt Ketua Golkar Riau, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Kehadiran dua tokoh ini memperkuat sinyal restu politik dari DPP terhadap Yulisman.
“Pilihan DPP terhadap Yulisman tentu tidak lepas dari pertimbangan integritas. Di tengah situasi politik yang sarat sorotan publik, Yulisman relatif bersih dari isu hukum dan memiliki reputasi positif,” kata sumber itu.
Figur Dari Airmolek
Yulisman bukan nama baru di panggung politik Riau. Pria kelahiran Airmolek, 10 Juli 1974 itu menapaki karier politiknya secara bertahap dari bawah.
Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Riau pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Indragiri Hulu–Kuansing, dan kembali terpilih pada Pemilu 2019.
Selama periode kedua, Yulisman dipercaya memimpin DPRD Riau. Di internal partai, ia sempat menjabat Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Riau.
Latar belakang akademisnya di bidang Ilmu Kimia Universitas Riau serta pengalaman organisasi sejak mahasiswa menambah kuat profilnya.
Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Universitas Riau (1995–1996), Ketua HMI Badko Riau (1998–2000), dan Koordinator Presidium KAHMI Riau.
Pada Pemilu 2024, Yulisman melangkah ke tingkat nasional dengan terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau II.
Raihan suara signifikan dalam kontestasi itu memperlihatkan basis dukungan akar rumput yang kuat dan konsisten.
Tantangan Konsolidasi Internal
Apabila Musda benar-benar mengukuhkan Yulisman sebagai Ketua Golkar Riau, tantangan terbesar yang akan ia hadapi adalah konsolidasi internal pasca-pergantian kepemimpinan.
Rivalitas antarblok di tubuh Golkar Riau masih terasa, terutama setelah dinamika panjang antara kelompok lama dan kader muda.
“Golkar butuh figur yang bisa merangkul semua pihak. Yulisman punya modal itu—gaya kepemimpinannya yang tenang dan tidak suka menonjolkan diri justru membuatnya diterima banyak kalangan,” kata Syamsul Rakan.
Publik kini menanti, sejauh mana Yulisman dapat meneguhkan kembali posisi Golkar sebagai partai besar yang berakar kuat di daerah.
Musda akhir pekan ini akan menjadi momentum penting menentukan arah baru partai beringin di Bumi Lancang Kuning. (***/ZET)



Tulis Komentar