Pengurus Baru IKKS Pekanbaru Bertekad Siap Promosikan Bidang Seni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kuansing
PEKANBARU(ANews) - Pengurus baru Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru yang baru saja dilantik akhir bulan lalu bertekad siap untuk mempromosikan Bidang Seni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif asal Kuansing, mulai dari komunitas masyarakat terkecil (lingkungan keluarga) hingga ke kancah internasional.
Tekad ini, diwujudkan dalam pembuatan program kerja IKKS Pekanbaru bidang Seni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kegiatan rapat kerja pengurus perbidang di Balai Ma'rifat Mardjani (Gedung FKPMR), Rabu (18/6/2025).
Rapat dihadiri langsung oleh Ketua Umum Drs. Raja Rusdianto, Sekretaris Umum Sadrianto Maddari, SE dan Sekretaris Supervisor Bidang Kerja Jon Hendra, SE.
Rapat diawali dengan penyampaian Program Kerja oleh Ketua Bidang Seni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dra Hafny Ma’rifat. M.Pd, Sekretaris Bidang Dra. Aurida Aman. M.Pd dan anggota bidang lainnya.
Ketua Umum Drs. Raja Rusdianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pengurus Bidang Seni, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (BSPEK) karena telah melaksanakan rapat penyusunan program kerja sebagai langka awal dalam melaksanakan dan memajukan organisasi IKKS Pekanbaru.

Ia mengharapkan kepada semua anggota agar tetap kompak dan selalu berkoordinasi dengan pengurus IKKS Pekanbaru Periode 2025 – 2030.
Dalam Penyusunan program kerja, Raja Rusdianto berharap agar pengurus BSPEK tidak perlu terlalu banyak membuat program. "Tapi program tersebut dapat mempersatukan kita pengurus IKKS dan bermanfaat bagi warga Kuansing yang ada di Pekanbaru dan di kampung halaman.
Ketua Umum juga berkeinginan untuk membuat kegiatan pengajian rutin yang akan diadakan setiap bulan bagi warga IKKS Pekanbaru untuk dapat berkumpul dan bersilaturahmi bersama-sama.
"Di pengajian rutin tersebut diharapkan agar kita dapat berkumpul dan bersilaturahmi sebagai mana Motto Kita” Badunsak Kito Dirantau Bersatu Kito di Kampung Halaman”," imbaunya.
Berikut usulan dari peserta rapat dan anggota BSPEK, yakni:
A. Bidang Seni
Mempromosikan musik hiburan kuansing seperti : 1. RARAK RARAK adalah alat musik yang digunakan oleh rakyat Kuansing dalam penyambutan tamu di acara pesta perkawinan. 2. RANDAI KUANSING. Randai Kuantan merupakan seni teater rakyat asal Kuantan Singingi yang cukup terkenal hingga saat ini.
Di tahun 2016, pertunjukan Randai Kuansing masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di tingkat nasional. Randai dalam bahasa Kuantan Singingi juga sering dikaitkan dengan kata ‘berandai-andai’. Sebab dalam penampilan pertunjukan, seseorang sering tampil sebagai sosok di luar dirinya.
Kegiatan Ini akan kita tampilkan pada acara kesenian di Rumah Tuan Kadi yang merupakan salah satu lokasi Pariwisata di kota Pekanbaru yang beralamatkan di bawah jembatan Leton Pekanbaru serta di berbagai kegiatan lainnya," tutur Raja Rusdianto.
B. Bidang Pariwisata
Mempromosikan kegiatan-kegiatan seni, seperti PACU JALUR dan MENANGKAP IKAN. Kegiatan antara lain seperti MEMBUKO TOBEK sebagaimana yang sudah dilaksanakan di berbagai daerah di Kuansing seperti di daerah Desa Sungai Alah, Hulu Kuantan, Desa Pebaun, Kuantan Mudik, Desa Lubuk Larangan di Pangkalan Indarung dan berbagai daerah lainnya di Kuansing.
Selanjutnya membuat Museum Sejarah Digital bagi para pejuang yang telah berjasa di Kabupaten Kuansing. Menampilkan sejarah dan pameran tentang pacu jalur pada saat kegiatan pacu jalur di Taluk Kuantan berlangsung.
C. Bidang Ekonomi Kreatif
Membuat kegiatan dalam bentuk pelatihan dan seminar guna mengangkat perekonomian masyarakat di kampung dan anggota IKKS di Pekanbaru dengan memanfaatkan potensi SDA di Kuansing dan kemampuan SDM yang ada di IKKS Pekanbaru.
Di penghujung rapat Ketua BSPEK Dra. Hafny Ma’rifat yang merupakan salah seorang putri Buya Ma’rifat Mardjani menyerahkan Buku Memoar Buya Ma’rifat Mardjani (Pejuang Pemekaran Provinsi Riau-Jambi ) dengan judul Berjuang Tanpa Pamrih" yang dibuat oleh Forum Komunikasi Pemuka Rakyat Riau (FKPMR) yang diketuai oleh Letkol Purn TNI Abbas Djamil pada masanya.
"Buku ini sebagai penyemangat kita sebagai Pengurus IKKS Pekanbaru," tutup Hafny Ma’rifat. (HRZ)



Tulis Komentar