Daerah

IKKS Pekanbaru Ingatkan Semua Pihak agar Menjaga Nilai Budaya Pacu Jalur

Ketua IKKS Pekanbaru, Raja Rusdianto ( kanan) dan Edyanus Herman Halim ( ke 2 dari kanan) beserta pengurus inti IKKS Pekanbaru. (F:HRZ/ANews)

PEKANBARU ( ANews) - Perhelatan akbar Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi yang digelar tanggal 20-24 Agustus 2025 di Tepian Narosa Teluk Kuantan, semakin terasa gaungnya. Bahkan euforianya pun sudah menggema hingga di lapisan masyarakat bawah. 

Berbagai ciutan dan postingan aura farming di medsos, FB, instragam maupun tik tok tentang pacu jalur sudah sangat mendominasi. Mulai dari persoalan nama sponsor dijalur yang sudah diatur oleh Peraturan Bupati (Perbub) Kuansing Nomor 26 Tahun 2025 ataupun tentang "aura farming" Togak Luan Dika, bocah laki-laki asal Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah yang sudah membawa keberkahan dengan buming dan terkenalnya budaya Pacu Jalur Kuansing ke seantero dunia. 

Ada juga cerita keletihan Dika dalam meladeni dan menerima tawaran dari berbagai agency dan TV swasta nasional untuk berbagi tarian Aura Farming hasil karyanya dengan pemirsa di seluruh Nusantara.

Tak ketinggalan juga kerisauan Ketua IKKS Pekanbaru Drs. H. Raja Rusdianto terkait adanya isu budaya yang hampir tergadai oleh nilai komersil dari sponsor pacu jalur di Kuantan Singingi.

"Sehubungan dengan viralnya gaung pacu jalur Kuansing yang sudah mendunia kami harapkan penyelenggaraan pacu jalur tetap dalam koridor budaya Kuantan Singingi," ujar Raja Rusdianto.

"Siapapun dapat diberi hak untuk ikut berlomba pacu jalur misalnya kedutaan Amerika Serikat, Kedutaan Cina maupun dari wilayah berbagai Nusantara. Jika ingin merasakan gejolak dan gairah pacu jalur Kuansing silahkan ikut berlomba. 

Tapi tetap dalam hormat budaya pacu jalur itu sendiri di Kuantan Singingi yang juga sudah dituangkan dalam Perbup Kuansing Nomor 26 Tahun 2025," tambah Raja Rusdianto.

"Kita persilahkan berbagai wilayah untuk ikut, panitia bisa terbuka untuk menerima peserta bahkan dari manca negara, namun tetap mengedepankan nilai- nilai budaya " tegas Raja.

Sementara itu, salah seorang penasihat IKKS Pekanbaru yang juga seorang Datuk Bisai XII orang Godang Limo Koto Ditongah Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluh, DR. H. Edyanus Herman Halim , SE, MS, CCFA, CRA, CRP, CAC yang juga Associate Profesor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, menyatakan bahwa kebesaran pacu jalur berbasiskan nilai- nilai yang ada di dalamnya. Oleh karena itu mempertahankan nilai-nilai itu menjadi tanggung jawab semua pihak.

"Bila ada masyarakat dari luar Kuansing ingin masuk ke dalam helat besar itu, harus juga menjaga nilai-nilai pacu jalur tersebut. Jangan sampai masuk ke dalamnya justru menimbulkan kerusakan pada kebudayaan Kuantan Singingi yang sudah mengakar pada setiap sendi kehidupan masyarakat Kuansing," harap Edyanus.( HRZ)



Tulis Komentar