Kota Padang “Terisolasi” Karena Banjir dan Tanah Longsor
PADANG (ANews) – Kota Padang, di Sumatera Barat, kini benar-benar terisolasi dari jalur transportasi darat dari arah utara, timur dan selatan, sejak hari Kamis (27/11/2025).
Seperti yang dirangkum AmanahNews dari berbagai sumber, Kamis (27/11), Aksesbilitas utama menuju ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu terputus karena jalan tertutup longsor dan putusnya berbagai infrastruktur penting seperti sejumlah jembatan menuju Kota Padang yang ambruk karena dihantam banjir.
Putusnya akses transportasi menuju Kota Padang di Ranah Minang dari semua pintu masuk itu, dipicu bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumbar sepekan belakangan.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dalam surat resminya mengeluarkan peringatan dini kebencanaan agar masyarakat di 14 kabupaten dan kota di Sumbar mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi dari 21 November hingga beberapa hari ke depan.
Bencana hidrometeorologi adalah fenomena alam merusak yang terjadi akibat aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Jenis bencana ini meliputi banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, dan angin kencang.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi serentak di Sumbar, Aceh dan Sumatera Utara ini menurut BMKG salah satunya dipicu oleh siklon tropis senyar.

Petugas dengan menggunakan alat berat berjibaku menyingkirkan material longsor yang menimbun jalan di Sumbar, Kamis (27/11). Ft.ist/ant
Dari arah Bukittinggi
Akses masuk ke Kota Padang dari arah utara Kota Bukittinggi terputus akibat longsor yang menutup total badan jalan di kawasan Silaing, selepas Kota Padangpanjang, sekitar 2 km sebelum objek wisata Air Terjun Lembah Anai, Kamis (27/11).
Sedangkan dari Bukittinggi menuju Kota Padang melalui rute alternatif via Malalak juga putus total karena longsor di Malalak.
Begitu pula akses Kota Padang dari arah Solok juga putus total karena longsor yang menutup badan jalan dekat jembatan timbang di kawasan Lubuk Selasih.
Sementara pintu masuk Kota Padang dari arah Bengkulu juga terputus karena jalan raya dihantam banjir di kawasan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Kondisi yang sama juga terjadi pada ruas jalan dari Bukittinggi menuju Padang via Maninjau, Lubuk Basung dan Kota Pariaman karena jalan raya juga tertimbun tanah longsor persis di lokasi Kelok 44 yang curam.
.jpeg)
Salah satu upaya evakuasi korban banjir di Sumbar, Kamis (27/11). Ft.dok/net
Jalur Sumbar - Riau juga putus
Dari arah Pekanbaru, Riau, menuju Sumbar juga dilaporkan putus total karena jala tertimbun longsor di kawasan Ulu Aie, selepas Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kini sejumlah akses utama jalan menuju Kota Padang tertutup akibat banjir dan tanah longsor. Pada saat ini petugas sedang berusaha membuka jalan yang tertutup dan diharapkan bisa segera dilewati kendaraan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, Kamis.
“Semua daerah di Sumbar dilanda hujan deras. Kita imbau pengendara mencari tempat aman dan tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi cuaca yang berbahaya,” jelas Reza.
Ia menambahkan, personel kepolisian telah dikerahkan ke berbagai titik kemacetan akibat bencana tersebut.
“Tim sudah turun mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. Kita berharap semuanya bisa lancar kembali,” kata Reza. (*/ant/kps/ZET)



Tulis Komentar