Daerah

Proyek IPAL di Pekanbaru Bikin Jalanan Rusak-Macet, Warga Keluhkan pengerjaan yang lambat

PEKANBARU (ANEWS) - Dua tahun belakangan ini pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) telah berlangsung di sejumlah titik di Pekanbaru. Namun proyek ini menimbulkan keluhan dari warga Pekanbaru mengingat waktu pengerjaan yang lambat sudah jatuh tempo, Selain juga bikin jalanan rusak dan macet.

Pantauan dilapangan, kerusakan jalan akibat proyek IPAL terjadi di sejumlah titik, seperti Jalan A Yani, Jalan Ahmad Dahlan, dan jalanan di daerah Sukajadi. 

Akibat dari Kemacetan, selain disebabkan jalan rusak, terjadi akibat banyaknya material proyek di tengah jalan. Bahkan, sejumlah titik mulai ditutup hingga pengendara harus mencari jalan lain.

Yudi Abdullah, salah seorang warga Sukajadi, Pekanbaru, mengeluhkan jalan rusak dan berlumpur saat hujan turun. Dia mengatakan saat cuaca panas, abu dari lumpur yang mengering beterbangan.

Warga di Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan kerusakan jalan dampak dari pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menyebabkan kemacetan. Jalan rusak menimbulkan lumpur saat hujan dan menyebabkan abu beterbangan ketika cuaca panas.

"Ini semua terkena dampaknya. Hujan jalan berlumpur, kalau panas abu," kata Yudi saat ditemui di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru, Rabu (14/4/2021).

Yudi menilai warga sudah bosan terkena dampak proyek yang tak kunjung selesai. Padahal, proyek seharusnya tuntas akhir pada 2020.

"Katanya selesai akhir tahun lalu, ini sudah bulan April 2021 belum juga selesai. Jadi jalan rusak semua, macet dan sering juga ditutup, harus muter balik," kata Yudi kesal.

Hal senada disampaikan warga lain, Andri Firmansyah. Andri mengeluh karena jalan yang selesai dikerjakan tak juga diperbaiki.

"Ada sebagian yang sudah selesai, tetapi perbaikannya tidak rapi. Itu bikin bahaya pengendara," katanya.

"Seharusnya kalau sudah selesai langsung ditutup, dirapikan seperti semula dan tidak ditunda-tunda. Kasihan warga," imbuhnya.

Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution menyebut proyek IPAL dikerjakan Balai Infrastruktur Wilayah di Kementerian PUPR. Pihaknya hanya mengawasi proyek tersebut.

"Itu sebenarnya proyek balai, jadi kita di PU Pekanbaru hanya pengawasan. Jadi untuk kontrak, PPK semua dari mereka," katanya.(*) 

 



Tulis Komentar