Kabut Asap

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Makin Berbahaya, PAUD Sampai SMP Belajar ‘Daring’ Dari Rumah

Kabut asap pekat yang menutupi kawasan Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (8/10/2026). Ft.ist.ah

PEKANBARU, (ANEWS) - Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lain di Provinsi Riau kini terus diselimuti kabut asap pekat dengan kualitas udara sangat tidak sehat atau berbahaya.

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan edaran untuk meliburkan sekolah dari belajar tatap muka di ibukota Provinsi Riau ini untuk tiga hari ke depan.

“Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU di Kota Pekanbaru pada hari Rabu (7/10/2026), kondisi kualitas udara terpantau sangat tidak sehat. Sehubungan dengan hal tersebut kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring (dalam jaringan) kembali dilaksanakan selama tiga hari ke depan mulai Kamis sampai hari Sabtu, 8 - 10 Oktober 2026 mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal sebagaimana termaktub dalam surat edaran yang di keluarkan di Pekanbaru, Rabu (7/10).

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah mulai jenjang Pendidikan Anaka Usia Dini atau Taman Kanak-kanak (PAUD/TK) sampai Selolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, Abdul Jamal mengingatkan, agar para orang tua atau wali murid untuk dapat memastikan anaknya tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktifitas di luar rumah guna menghindari paparan kabut asap.

“Apabila terdapat keperluan mendesak untuk ke luar rumah agar menggunakan masker. Bagi sekolah yang mengalami kendala akses karena listrik dan jaringan internet, pembelajaran dapat dilaksakan secara mandiri melalui modul penugasan berbasis rumah,” ujar Jamal.

Asap dari Jambi dan Sumsel.

Kabut asap pekat yang menutup Kota Pekanbaru akhir-akhir ini dilaporkan berasal dari kawasan provinsi tetangga terutama akibat kebakaran hutan dan lahan di daerah Jambi dan Sumatera Selatan. Sebab, di wilayah Riau sendiri sampai hari Kamis (8/10/2026) ini dilaporkan nihil kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Kepala BPBD Riau, M. Edy Afrizal, dari pantauan hingga Senin (5/10) lalu wilayah Riau sendiri sudah bersih dari titik api besar.

“Daerah Riau pada saat ini sudah nihil karhutla. Asap yang ada merupakan asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel dan Jambi masih banyak dilaporkan titik api," ujarnya.

Kondisi tersebut diperkuat keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan. Dia mengatakan kabut asap pekat yang menutupi wilayah ini terutama di Pelalawan memang berasal dari Jambi dan Sumsel karena tertiup angin hingga masuk dan menumpuk di wilayah Riau.

Berdasarkan data yang dihimpun Redaksi AmanahNews dari berbagai sumber, sampai hari Kamis (8/10), di daerah Sumsel dilaporkan tercatat 297 hotspot, sedangkan di daerah Jambi tercatat memiliki titik api tertinggi, yakni mencapai 320 titik.

Disebutkan, kluster titik api di Jambi tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi dan Batanghari.

Sementara kontribusi sumber asap dari derah lokal Riau hanya sekitar 5 persen. Khusus di Kota Pekanbaru kebakaran aktif saat ini tidak ditemukan atau mencatatkan zero hotspot. (ZET)



Tulis Komentar