Bencana Alam

Banjir Bandang Terjang Perkantoran Pemkab Solok di Arosuka, Akses Jalan Solok - Padang Tertutup Material

Banjir bandang atau “galodo” menerjang kompleks perkantoran Pemkab Solok, Sumbar, di kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin malam (21/9/2026). Ft.antara

SOLOK, (ANews) - Banjir bandang atau masyarakat Provinsi Sumatera Barat lebih akrab menyebut “galodo”, menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sekitar 35 km arah timur Kota Padang, Senin malam (21/9/2026).

Akibat peristiwa itu menimbulkan kerusakan parah sejumlah bangunan kantor milik Pemkab Solok karena diterjang luncuran material “galodo” dari bagian atas lereng perbukitan.

Kawasan Arosuka (Kayu Aro - Sukarami) di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, merupakan kompleks perkantoran Pemkab Solok, berhawa sejuk dekat kaki Gunung  Talang persis berada di sisi jalan Padang - Solok, arah timur Kota Padang.

Bupati Solok Jon Firman Pandu, menyebutkan banjir bandang ini dipicu curah hujan yang sangat tinggi sejak dua hari belakangan di kawasan itu sehingga menyebabkan sungai Batang Lasa di bagian hulu meluap dan membawa material ke hilir. Pada hari biasa dalam keadaan normal sungai Batang Lasa hanya kecil dan mengalir dari bagian atas dan persis di samping kompleks perkantoran Pemkab Solok.

Sementara akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terputus akibat tertutup material banjir bandang tersebut.

Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengimbau pengendara yang hendak menuju Padang dari Solok maupun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif sementara melalui Padang Panjang.

“Akibat material banjir bandang yang menutupi jalan Solok-Padang, sementara waktu tidak bisa dilalui," kata Akbar seperti dilansir dari Antara.

Korban luka-luka

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Arosuka pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Damkar Kabupaten Solok, serta masyarakat langsung melakukan evakuasi dan penyelamatan sesaat setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut.

“Bencana alam galodo bersumber dari Hulu Sungai Batang Lasa. Akibat intensitas hujan tinggi, bukit di aliran sungai tepatnya di belakang Kantor Bupati Solok mengalami longsor dan membawa material pasir, batu, lumpur dan air dalam volume besar,” jelas Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Dia menjelaskan, Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan longsor pada bukit di belakang Kantor Bupati yang membawa material pasir bercampur batu, lumpur dan air sehingga menerjang area Kantor Bupati Solok dan sekitarnya.

Menurut Firman Pandu, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Solok sampai Selasa petang tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat galodo itu. Namun korban luka ringan tercatat 3 orang warga Jorong Arosuko. Setelah rawat jalan di RSUD Arosuka, mereka sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Satu korban yang mengalami luka berat kini dirujuk ke rumah sakit Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang.

Bangunan yang rusak

Sementara itu data BPBD Kabupaten Solok mencatat sejumlah bangunan kantor milik Pemkab Solok mengalami rusak karena diterjang galodo dan tertimbun material lumpur galodo.

Di antara bangunan yang rusak berat adalah, kantor Dinas PUPR Solok dan kantor DPMN. Sedangkan bangunan yang rusak ringan antara lain, Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitban, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan kantor BKPSDM.

Selain bangunan yang rusak, BPBD Solok juga mencatat ada sejumlah kendaraan milik warga dan kendaraan dinas Pemkab Solok yang sedang parkir di kompleks perkantoran seperti mobil dan sepeda motor dilaporkan ikut tertimbun galodo.

BPBD Solok juga mencatat sekitar 100 unit rumah warga terdampak material banjir bandang ini. (ZET)



Tulis Komentar