Daerah

Puluhan Tahun Makan Debu, Ruas Jalan Bukit Payung-Kasang Bakal Dibangun Terutama Daerah Pemukiman

Ketua DPRD Kuansing Juprizal didampingi Waka DPRD Satria Mandala Putra pimpin RDP. (F:RBI/ANews))

TELUK KUANTAN (ANews) - Setelah puluhan tahun lamanya masyarakat tiga desa di Kuantan Mudik menikmati jalan berdebu yang dilalui kendaraan operasional perusahaan. 

Akhirnya melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuansing bersama pihak perusahaan dan Pemda Kuansing mulai mendapatkan kesepakatan.

DPRD Kuansing bersama perusahaan dan Pemda sepakat akan melakukan peningkatan terhadap ruas jalan Bukit Payung - Kasang dengan panjang sekitar 32 kilometer.

Peningkatan ruas jalan tersebut rencananya akan diprioritaskan didaerah pemukiman masyarakat terutama di Desa Koto Cengar dan Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik.

RDP tersebut dipimpin Ketua DPRD Kuansing Juprizal didampingi Wakil Ketua DPRD Satria Mandala Putra. Hadir anggota DPRD Kuansing, Hengki Prima Hidayat, Solehudin dan Arpizon. 

RDP juga dihadiri manajemen PT Karya Tama Bakti Mulia (KTBM) dan PT Bukit Kuansing Permai (BKP). Juga hadir Kadis Perkebunan Andri Yama, serta Sekretaris Dinas PUPR dan Kepala Bidang Bina Marga Kuansing, Camat Kuantan Mudik dan sejumlah Kepala Desa, bertempat di DPRD Kuansing, Kamis, (29/10/2026).

Ketua DPRD Kuansing Juprizal mengatakan, ruas jalan mulai dari Bukit Payung melintasi Koto Cengar hingga Kasang merupakan ruas jalan kabupaten yang dilalui kendaraan operasional perusahan. 

"Ada tiga perusahaan yang melewati ruas jalan kabupaten ini, PT KTBM, BKP dan satu lagi PT QIN yang mengangkut batu bara," kata Juprizal dalam RDP tersebut.

Tentu kita berharap katanya, dengan kehadiran perusahaan tentunya bisa ikut berperan melakukan pembangunan terutama pembangunan infrastruktur terutama akses jalan bagi masyarakat yang dilalui mobilisasi operasional perusahaan.

Menurut Juprizal, Undang-Undang (UU) juga sudah mengatur termasuk Perbup, bahwa perusahaan juga harus ikut berperan besar dalam peningkatan infrastruktur yang ada terutama jalan. 

Apalagi lanjut Dia, dengan kondisi daerah saat ini, berkurangnya dana transfer pusat membuat dearah sulit melakukan pembangunan, sementara terus mendesak agar ruas jalan yang mereka lewati harus dibangun. 

"Jadi tidak menutup kemungkinan, sekarang ruas jalan Bukit Payung - Kasang, besok di kecamatan lain perusahaan yang ada diwilayah sekitar ikut membangun jalan untuk masyarakat," kata Juprizal.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kuansing,  Satria Mandala Putra mengatakan, saat ini Pemda memang memiliki kendala untuk melakukan pembangunan mengingat transfer pusat untuk daerah terjadi pengurangan.

"Maka Pemda mengajak semua kita untuk ikut berperan dalam percepatan pembangunan terutama infrastruktur jalan yang didambakan masyarakat," katanya. 

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, setiap investasi tentunya harus memberi manfaat untuk pembangunan daerah. Tentu kata Dia, kita berterimakasih atas masuknya investasi didaerah kita.

Selain membuka lapangan pekerjaan, investasi yang masuk kedearah kita juga meningkatkan pendapatan daerah terutama dari sektor pajak. 

"Tentu kita juga menginginkan investasi yang masuk ke daerah kita juga dampaknya ikut dirasakan masyarakat terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan yang dilalui kendaraan operasional perusahaan," harapnya.

Pihak PT KTBM sendiri seperti disampaikan Asmadi Harun tentunya selalu mendukung program pemerintah. "Niat baik ini tentu akan kami sampaikan ke pihak manajemen, tentu sesuai dengan regulasi yang ada," katanya. (RBI)



Tulis Komentar