Opini

Pengurus MWCI NU Hiroshima Menggelar Acara Menyambut Bulan Suci Muharram 1444 Hijriyah di MMJ

Jemaah MMJ berfoto bersama usai acara peringatan Menyambut Bulan Suci Muharram 1444 Hijriyah. (F:ist-ANews)

Oleh : Suzanna Hadi Ma’rifat

Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah. Ia merupakan bulan yang mulia dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Demikian bunyi Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan bulan Muharam sebagai bulan yang istimewa. Setiap perbuatan dosa dan perbuatan terpuji yang dilakukan umat Muslim di bulan Muharam akan dilipatgandakan balasannya.

Sebagai salah satu bulan yang mulia, kedatangan bulan Muharam selalu disambut dengan gembira oleh seluruh penganut umat Islam di seluruh dunia. Berbagai ragam organisasi dan institusi berlomba-lomba mengadakan berbagai kegiatan bernuansa Islami.  Seolah tidak ingin melewatkan kedatangan bulan suci ini begitu saja.

Demikian juga dengan organisasi Majelis Wakil Cabang Istimewaah (MWCI) NU Hiroshima. Bertempat di Masjid Mihara Jepang (MMJ), Pengurus MWCI NU Hiroshima menggelar acara menyambut kedatangan bulan suci Muharam tahun 1444 Hijriyah. 

Memperingati setiap hari-hari besar Islam merupakan salah satu program kerja  pengurus MWCI NU Hiroshima masa jabatan tahun 2021-2023, demikian ungkap Taufik Hidayat ketua MWCI NU Hiroshima.

Acara digelar pada hari Ahad, tanggal 24 Juli 2022 bertepatan dengan tanggal 25 Zulhijah 1443 Hijriyah. 

Pelaksanaan acara dimajukan sepekan dari seharusnya mengingat awal bulan Muharam 1444 Hijriyah jatuh bertepatan dengan libur nasional musim panas tahun 2022.  

Tepat pukul 11.00 JST acara dibuka oleh M. Maulana Yusuf,  salah seorang pemuda Masjid Mihara sebagai pembawa acara. Yusuf bertempat tinggal di kota Innoshima, Hiroshima dimana ia membutuhkan waktu -+2 jam gowes (aktivitas mengayuh pedal pada sepeda) untuk mencapai MMJ. 

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Taufik Hidayat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Arrahman oleh Nurul Khotimah. 

Gadis berusia 23 tahun ini tinggal di Fukuyama-Kannabe, Hiroshima. Nurul merupakan anak bungsu dari 7 orang bersaudara berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Datang ke Jepang pada tanggal 17 Agustus 2021. Nurul merupakan lulusan D3 Keperawatan (STIKES Cirebon) pada tahun 2020.  Sebelum ditempatkan sebagai perawat di kota Fukuyama-Kannabe 6 bulan yang lalu, Nurul terlebih dahulu menjalani Pelatihan di kota Osaka selama lebih kurang 6 bulan.

Selanjutnya kata sambutan dari Muhammad Natsir, salah seorang pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) Mihara. Pria berusia 46 tahun ini berasal dari kota Solo, Jawa Tengah.  Datang ke Jepang pertama kali tahun 2001 sebagai Pemagang selama 3 tahun.  Selesai 3 tahun pertama program magang, Natsir kembali lagi ke Jepang  melanjutkan program magang untuk 3 tahun kedua. Lulusan D3 Kesehatan Lingkungan ini merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara, mempunyai sepasang putra dan putri. Keduanya  bersekolah di SMA kelas 1 dan di SD kelas 6 di salah satu kota di Prefecture Hiroshima, Jepang.

Natsir mengatakan bahwa bulan Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Penetapan kalender hijriah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari Mekah ke Madinah. Hal ini dilakukan untuk membedakan bulan Islam dengan bulan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Semoga aktifitas menyambut bulan Muharam tahun 2022 ini, semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan cara menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semula laranganNya, ujar Natsir mengakhiri sambutannya.

Selesai istirahat sholat zhuhur dan makan siang, acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustad Tarmizi Muhammad Umar, dimana dalam sambutannya Ustad Tarmizi mengatakan bahwa bulan Muharam memiliki banyak keutamaan, seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagai berikut:

"Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya empat bulan haram, tiga bulan berurutan Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Syaban," (HR Al Bukhari dan Muslim).

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk melakukan amalan puasa sunah di bulan Muharam, seperti Tasua (9 Muharam), Asyura (10 Muharam), dan Ayyamul Bidh. Nabi Muhammad Salaullahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, bulan Muharam merupakan waktu yang paling baik untuk berpuasa selain bulan Ramadan.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim).

Kata sambutan terakhir disampaikan oleh Suhendri, Ketua KMIH (Keluara Muslim Indonesia Hiroshima). Selain mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan, Suhendri mengatakan bahwa Islam di Hiroshima merupakan miniatur wajah Islam di Indonesia khususnya. Wajah Islam tercermin dari tingkah laku dan kepribadian penganutnya. Bulan Muharam menjadi momentum untuk memperbaiki diri.

Acara penyambutan bulan suci Muharam 1444 hijriyah ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh salah seorang jemaah MMJ, Nurul Huda.


Divisi Kominfo Mihara Mosque Japan (Masjid Mihara Japan – MMJ) Alamat : Kode pos 729-2251, Hiroshima Ken, Mihara Shi, Saizaki Kumaki 13-24, Japan. Nomor tilp.: +8190-8600-9308; email: [email protected] gmail.com; FB: Mihara Masjid; Rekening: Japan Post Bank: Mihara Mosque Kyokai No. 15140-51154331 (JPY); BNI No. (009) 9055-66218 (IDR) an: Tarmizi Muhammad Umar
 



Tulis Komentar