Opini

Cerita Sukarmis Tentang SMA Pintar (1) Berawal dari Nonton TV 3

SMA Pintar di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. (F: ist-ANews)

Oleh : Sahabat Jang Itam dan Tim

TAHUN 2006 tak lama dilantik sebagai Bupati Kuantan Singingi periode 2006-2011 Sukarmis bersama kepala daerah lainnya di Provinsi Riau mendapat undangan dari Pemerintah Singapura. Jelang tidur Sukarmis menonton TV 3 Singapura satu-satunya TV yang berbahasa Melayu.  

Air mata Sukarmis tiba-tiba jatuh ke kasur tempat di mana ia membaringkan badannya setelah seharian mengikuti acara bersama pemerintah Singapura.   

“Ada apa dengan acara TV 3 itu?”

“TV itu menceritakan kisah tentang pendidikan,” ujar  Sukarmis.

“Bagaimana kisahnya?”

“Merinding buluh kuduk saya jika menceritakannya!”

Kisahnya sederhana tapi menyentuh dan mengharu biru. Berkisah tentang seorang anak miskin tapi berprestasi di sekolahnya. Sang anak dengan tekad baja berhasil akhirnya meraih impian melanjutkan pendidikan di sekolah favorit  dengan fasilitas mewah yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya.

Sukarmis berjanji dalam hatinya sepulang ke kampung halamannya Kuantan Singingi dia bertekad akan mendirikan sekolah setingkat SMA untuk anak miskin  tapi berprestasi.  

Kenapa namanya adalah SMA PINTAR? Sukarmis  mengaku banyak orang yang mengusulkan nama sekolah itu kepadanya. Namun dia punya alasan sendiri mengapa sekolah itu bernama SMA PINTAR. “Ini soal rasa dan insting,” ujarnya  tersenyum.

“Anda penasaran? Lihatlah Kamus Umum Bahasa Indonesia (KBBI),” tambahnya. Dalam KBBI Pintar itu artinya cakap, cerdik, mahir. Anak yang sekolah di situ juga anak TER-PIN-TAR: paling pintar (cakap, cerdik, mahir).  Mantap……!

Sukarmis sadar  sebagai  kepala daerah (Bupati) yang hanya tamat STM Negeri Telukkuantan, dia berkeinginan  anak-anak miskin tapi pintar di Kuantan Singingi kelak setamat dari SMA pintar bisa melebihi dirinya.  Dan, itu sudah terbukti banyak alumnus SMA Pintar menjadi orang pintar sesuai dengan profesi dan  bidangnya masing-masing.

“Dan, orang-orang pintar alumni SMA Pintar itu tak lupa dengan saya yang meng-inisiasi pendirian sekolah SMA Pintar. Pendidikan karakter betul-betul tertanam di sekolah itu,"  jelasnya.

Anda perlu ingat: “Orang pintar itu adalah orang yang berhasil melahirkan  orang-orang pintar  melebihi dirinya sendiri.  Itu prinsip saya,” ujar  Sukarmis.  

“Top Markotop. Mak Nyus………………” kalimat  yang sangat  dalam maknanya. Kalimat seperti ini sebelumnya pernah dilontarkan tokoh birokrat dan politisi asal Kuantan Singingi Ir. Firdaus Malik.  

Bersama Wakilnya  Drs. Mursini, M.Si., Kepala Dinas  Pendidikan Kuantan Singingi Drs. Alwis, M.Si dan Kepala OPD lainnya, dia menyusun rodmap SMA Pintar yang  idenya dia lihat pertama kali ketika nonton TV 3 di Singapura.

Mereka menyusun visi, misi, tujuan, dan slogan  SMA Pintar.  Disepakatilah visinya: Berkarakter, berprestasi, melanjutkan.  Sedangkan misinya adalah “Terwujudnya pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang berkarakter. 

Sedangkan tujuannya adalah:  Pertama: Terwujudnya pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang berprestasi baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. 

Kedua: Terwujudnya lulusan yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas di dalam maupun di luar negeri. 

Ketiga: Membekali peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi serta mampu mengembangkan diri secara mandiri. 

Keempat:  Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas.  Kelima: amembekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Setelah visi, misi, tujuan, dan slogan SMA Pintar disusun lalu ditetapkan motto untuk SMA Pintar yakni:  “PINTAR GENERASIKU, PINTAR BANGSAKU.”

Sambil berjalan dan mempersiapkan diri tahun 2007 dimulai penerimaan siswa SMA Pintar.  Kemudian izin operasional sekolah keluar berdasarkan izin Nomor : 421.3/Dikpora/2007/761 tanggal 4 Juni 2007. Kemudian memulai aktivitas pembelajaran pertama kali pada tanggal 17 Juli 2007. Peserta didik angkatan pertama 61 orang yang berasal dari 12 kecamatan masing-masing 5 orang.

Pada awal berdirinya sekolah ini masih memamfaatkan tempat atau ruangan SKB dan SLB di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah. Pasalnya bangunan sekolah SMA Pintar masih tahapan pembangunan.

Karena pada awalnya sekolah ini masih berstatus swasta, maka pada tahun 2010 SMA Pintar resmi menjadi Sekolah Negeri dengan nama SMA Negeri Pintar Kabupaten Kuantan Singingi dengan SK Nomor: 7 Tahun 2010 tanggal 10 Maret 2010.

Pada Februari 2011 SMA Negeri Pintar pindah gedung SLB Jake ke gedung baru yang telah diresmikan pemakaiannya oleh Sukarmis selaku Bupati Kuantan Singingi tangal 24 Februari 2011. Sekolah yang terletak di tengah kota Telukkuantan ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi punya fasilitas seadanya.

Untuk pertama sekalinya sekolah hanya punya 10 tenaga pendidik dan dinakhodai Drs. H. Yuli Hermanto, M.M sebagai Plt Kepala SMA Pintar (2007-2008), Kemudian dalam perjalannya jabatan kepala sekolah ini berganti ke H, Zulhefis, S.Pd., M.M  (2008 – 2011) dan Familus, S.Pd, M.Pd  (2012 sampai sekarang).

Karena pada awalnya sekolah ini masih berstatus swasta, maka pada tahun 2010 SMA Pintar resmi menjadi Sekolah Negeri dengan nama SMA NEGERI PINTAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI dengan SK Nomor: 7 Tahun 2010 tanggal 10 Maret 2010.

Pada bulan Februari 2011 SMA Negeri Pintar pindah gedung dari SLB Jake ke gedung baru yang telah diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Kuantan Singingi tanggal 24 Februari 2011.  

Gedung baru  yang terletak di tengah kota itu Telukkuantan kini tampak berdiri megah. Semegah prestasinya.  Dan, di gedung baru itu masih ada: “SUKAR” - penasaran? Tunggu kelanjutannya. (bersambung)

Publishedby: Forum IKKS/IWAKUSI Indonesia

20 Juni 2023

 



Tulis Komentar